POLITICALPHISHING – Ají de Gallina, hidangan klasik masakan Peru, menyajikan perpaduan rasa dan tekstur yang luar biasa yang merangkum warisan kuliner negara yang kaya. Hidangan kental dan sedikit pedas ini menceritakan kisah integrasi budaya, evolusi sejarah, dan inovasi gastronomi.

Asal Usul dan Signifikansi Budaya

Ají de Gallina berasal dari era kolonial, ketika perpaduan metode memasak Spanyol dan pribumi melahirkan banyak hidangan baru dan menarik. Ají de Gallina diyakini terinspirasi oleh “manjar blanco” Spanyol, sebuah hidangan yang merupakan interpretasi Eropa atas resep Arab. Seiring waktu, juru masak Peru menggunakan bahan-bahan lokal seperti ají amarillo (cabai kuning) dan kentang Andes, mengubahnya menjadi hidangan favorit yang kita kenal sekarang.

Bahan dan Persiapan

Jiwa Ají de Gallina terletak pada kombinasi ayam suwir, roti basah, susu, dan ají amarillo yang khas. Ayam secara tradisional dimasak hingga empuk, kemudian disuwir dengan tangan. Roti direndam dalam kaldu atau susu sebagai dasar saus, yang dikentalkan dengan tambahan kenari giling atau pecan. Unsur-unsur susu seperti keju Parmesan dan susu evaporasi memberikan konsistensi krim pada hidangan ini, sedangkan ají amarillo memberikan warna kuning hangat dan rasa unik yang pedas namun tidak terlalu menyengat.

Proses Memasak

Memasak Ají de Gallina membutuhkan keseimbangan antara merebus dan mengaduk. Bahan aromatik, antara lain bawang putih, bawang bombay, dan pasta ají, ditumis hingga harum. Setelah itu, campuran suwiran ayam, kacang-kacangan, dan roti digabungkan ke dalam panci, sehingga rasa bisa menyatu. Proses merebus secara perlahan sangat penting karena memungkinkan ayam menyerap rasa saus. Penambahan terakhir keju Parmesan dan hiasan buah zaitun hitam menciptakan hidangan yang menarik secara visual sekaligus lezat.

Penyajian dan Variasi

Ají de Gallina secara tradisional disajikan di atas nasi putih, dengan kentang rebus dan buah zaitun hitam sebagai pendampingnya. Hidangan ini sering kali dihias dengan telur rebus, menambah lapisan tekstur dan kekayaan. Meskipun resep klasik sangat disukai, terdapat variasi, seperti penggunaan kacang-kacangan yang berbeda atau penambahan sayuran.

Nilai gizi

Meskipun Ají de Gallina tidak diragukan lagi memanjakan, ia juga menawarkan manfaat nutrisi. Ayam menyediakan sumber protein yang baik, sedangkan kacang-kacangan menyumbang lemak sehat dan sedikit serat. Ají amarillo mengandung capsaicin, yang telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk sifat anti-inflamasi.

Dampak dan Warisan Budaya

Ají de Gallina berdiri sebagai simbol keanekaragaman gastronomi dan perpaduan budaya Peru. Ini telah melampaui asal-usulnya dan menjadi makanan pokok di pertemuan keluarga dan wajib dicoba oleh pengunjung. Hidangan ini mewakili kemampuan masakan Peru untuk beradaptasi dan berkembang dengan tetap mempertahankan identitas intinya.

Kesimpulan

Popularitas Ají de Gallina yang bertahan lama merupakan bukti kombinasi rasa yang tak tertahankan dan representasi sejarah Peru di atas piring. Baik dinikmati di bistro Lima atau disiapkan di rumah, Ají de Gallina lebih dari sekadar hidangan—ini adalah pengalaman kuliner yang menghubungkan mereka yang mencicipinya dengan jantung Peru.